Jenis Batu-Batuan Beserta Contoh Dan Penjelasannya

Tahukah anda? Bahwa batu-batuan yang ada di bumi ini merupakan bahan baku utama dari bumi itu sendiri. Dan tentunya untuk membuat rumah juga bahan pondasi rumah tersebut salah satunya dari batu.

Jadi betapa pentingnya batu-batuan ini untuk bumi ini. Bukan hanya itu saja batu-batuan juga memiliki jenis nya tersendiri. Dan batuan tersebut terbagi menjadi 3 jenis batuan, diantaranya adalah batu-batuan beku, batu-batuan Sedimen atau endapan, dan batu-batuan metamorf.

Nah kali ini saya akan memberikan pelajaran kepada anda semua agar tahu jenis batu-batuan yang ada di bumi ini, dan berikut adalah penjelasannya.

Jenis Batu-batuan Yang Ada Di Bumi Beserta Penjelasannya

jenis batu-batuan
source: batubacandokoasli.wordpress.com

 

Pada dasarnya bumi itu pasti membutuhkan yang namanya batu. Dan batu itu sendiri terbagi menjadi 3 jenis, yaitu :

  • Batu-batuan Beku
  • Batu-batuan Sedimen atau Endapan
  • Batu-batuan Metamorf

Ketiga jenis batu-batuan tersebut yang berpengaruh sekali bagi kehidupan di dunia ini. Bahkan dari bentuk-bentuknya terdapat berbagai macam pembentukan yang mengakibatkan beraneka ragam bentuk.

Begitupun ketiga jenis batu-batuan yang akan di jelaskan di bawah ini tentunya pasti memiliki keunikannya tersendiri, dan berikut penjelasan ketiga jenis batu-batuan tersebut.

1. Batu-Batuan Beku

batuan beku
source: slideplayer.info

 

Batu-batuan beku atau sering disebut juga dengan batuan Igneus adalah jenis batu-batuan yang dihasilkan dari magma yang mengalami proses pembekuan atau pendinginan.

Ada kurang lebih 700 jenis batuan beku yang sudah diidentifikasi. Yang mana semua jenis batuan tersebut terdapat di kawasan tertentu seperti kerak bumi. Untuk cara pembentukan dari batu-batuan beku ini setidaknya terbagi menjadi 3 macam, yaitu:

  • Instrusive
  • Ekstrusive
  • Hipabissal

Proses Pembentukan Batuan Beku Intrusive

Proses pembentukan batuan beku jenis intrusive ini terjadi didalam kerak bumi, dan batuan ini terbentuk dari pendinginan magma yang berada di kerak bumi sehingga struktur dari batuan beku jenis ini berbentuk kasar.

Proses Pembentukan Batuan Beku Ekstrusif

Untuk pembentukan batuan beku ekstrusif ini berbeda dengan batuan beku intrusive. Dan batuan beku jenis ekstrusif ini terjadi di atas permukaan kerak bumi, sebab adanya pencairan magma yang ada didalam mantel atau kerak bumi.

Proses pembekuan dari batu ini juga cenderung lebih cepat dibandingkan dengan proses pencairan pada batuan beku intrusive karena proses pembekuannya yang terjadi di atas permukaan bumi.

Proses Pembentukan Batuan Beku Hipabissal

Untuk proses pembentukan batuan beku jenis hipabissal ini terbentuk diantara batuan plutonik dan batuan vulkanik. Batuan ini juga bisa terbentuk karena adanya proses naik turunnya magma yang ada didalam kerak bumi.

Batuan jenis ini sering kali membuat satu batuan yang berjenis batuan pakolit, dike, sill, lakolit, dan juga lopolit.

Baca Juga: Jenis Batu Ruby Terlengkap

Contoh Batu-batuan beku

  1. Batu Apung

batu apung
source: indonetwork.co.id

 

Batu apung memiliki ciri-ciri warna keabu-abuan, terdapat rongga-rongga, ringan, dan juga dapat mengapung didalam air, dan batuan ini biasanya terdapat di sungai.

Untuk cara pembentukannya batu apung ini terbentuk dari hasil pendinginan magma yang bergelembung. Dan fungsi dari batu apung ini untuk menyembuhkan kaki pecah-pecah, mengamplas kayu, media tanam tumbuhan anggrek.

  1. Batu Granit

batu granit
source: marmergranitmurah.com

 

Ciri-ciri dari batu granit ini terdiri dari kristal kasar, warna putih sampai dengan abu-abu, untuk batuan jenis ini bisa di temukan di daerah pinggiran pantai atau pinggiran sungai besar dan juga di dasar sungai.

Untuk pembentukannya sendiri batu granit ini terbentuk dari pendinginan magma yang terjadi dengan lambat yang ada di bawah permukaan bumi

Manfaat dari batu ini juga sebagai bahan bangunan, bahan dasar pembuatan paving, bahan pembuatan patung, batu nisan, dan keramik lantai.

  1. Batu Obsidian

batu obsidian
source: materiipa.com

 

Untuk ciri-ciri dari batu obsidian itu memiliki butiran yang halus dan juga penampakan mineral yang sejajar. Batu ini bersifat kasar dan membentuk serpihan sudut yang tajam, berwarna hitam, seperti kaca, dan juga tidak ada kristal-kristal.

Proses pembentukannya sendiri terbentuk dari lava yang permukaannya mendingin dengan cepat, dan manfaat dari batu ini adalah untuk alat memotong, perhiasan, menghilangkan penyumbatan pada saat penyembuhan penyakit.

2. Batu-Batuan Sedimen

batuan sedimen
source: bukupedia.net

 

Batuan sedimen adalah batuan yang ada di permukaan bumi baik itu d daratan atau dilautan. Batuan sedimen ini mengalami proses perpindahan dari suatu tempat ke tempat lainnya dengan melalui alat perpindahan alamiah beruba gaya gravitasi.

Kenapa bisa dinamakan dengan batuan sedimen? Karena batuan jenis ini sudah mengalami pengerasan dengan faktor utama dari proses pengerasan ini disebut dengan vegetasi. Tofografi, iklim juga merupakan susunan yang membaut batuan tersebut.

Ciri dari batuan sedimen ini adalah:

  • Berlapis (stratifiction)
  • Memiliki struktur sedimen
  • Mengandung fosil
  • Tersusun dari fragmen dari butiran hasil transfortasi

Menurut para ahli batuan sedimen yang ada di permukaan bumi bisa mencapai 75%, sedangkan untuk batuan sedimen yang didalam kerak bumi berjumlah tidak lebih 8%. Dan batuan sedimen terbagi menjadi 4 jenis yaitu:

  • Batuan sedimen klasik
  • Batuan sedimen biokimia
  • Batuan sedimen kimia
  • Batuan sedimen vulknik

Berikut adalah penjelasan mengenai jenis batuan sedimen yang ada di atas:

  1. Batuan sedimen klasik

Batuan sedimen klasik adalah jenis batuan sedimen yang terdiri dari komponen silikat dan juga fragmen batuan yang diangkat oleh elemen fluida. Dengan elemen tersebutlah material batuan di angkut dan berhentinya sama dengan flauida.

Ukuran dan bentuk dari batuan ini dapat dibedakan dari ukuran skala partikel yang dominan dan juga memakai ukuran skala butir udden wentorth. Dan menurut para ahli membedakan batuan ini menjadi 3 jenis, yaitu:

  • Batu kerikil (batu berdiameter lebih dari 2mm)
  • Lumpur (lumpur terbagi menjadi 2 yaitu: lumpur lempung berdiameter 1/16 sampai 2mm dan lanau yang mempunyai diameter 1/16 sampai 1/256mm)
  • Pasir (batuan yang memiliki diameter 1/16 sampai 2mm)
  1. Batuan sedimen biokimia

Pada jenis batuan sedimen biokimia mengalami proses pembentukan menggunakan berbagai macam organisme, dan biasanya organisme mikro yang berfungsi sebagai material yang berkumpul pada suatu tempat yang membentuk suatu batuan.

  1. Batuan Sedimen Kimia

Batuan sedimen kimia adalah batuan yang terbentuk dengan adanya proses kumpulan material yang terperangkap di suatu tempat dan kandungan kimia yang didalamnya menjadi penuh sehingga melalui proses kimiawi atau anorganik.

Contohnya batu gamping oolitik juga jenis batuan lainnya yang memiliki kandungan evaporit seperti halit, silvit, barit, dan gypsum.

  1. Batuan sedimen vulkanis

Batuan vulkanis adalah jenis batuan yang terbentuk dari berbagai macam proses yang terjadi karena adanya arus piroklastik, besi, impact, breksi, vulkanik, dan proses lainnya dimana proses tersebut sangat jarang ditemukan dan terjadi pada kasus tertentu.

Baca Juga: Jenis Batu Akik Terlengkap

Contoh Batu-batuan Sedimen

  1. Batu konglomerat

batu konglomerat
source: geologinesia.com

 

Batu konglomerat memiliki ciri-ciri material yang berupa kerikil berbentuk bundar, batu-batu dan pasir yang melekat satu sama lain, bertekstur kasar, dan juga berbentuk besar.

Untuk proses pembentukannya batu konglomerat ini memiliki materi yang berupa pasir halus dan kerikil yang mengendap, endapan, lalu mengeras dan jadilah batu konglomerat. Dan manfaat dari batu ini adalah untuk hiasan rumah dan material bahan bangunan.

  1. Batu Serpih

batu serpih
source: geodaszone5.blogspot.com/

 

Untuk ciri-ciri dari batu serpih ini sudah tersusun dari mineral berupa illite, smektit dan kaolinit, lunak, baunya juga seperti tanah liat, dan permukaannya halus juga licin.

Dalam proses pembentukannya batu ini terbuat dari bahan-bahan yang lepas dan halus karena gaya beratnya menjadi terpadatkan dan juga terikat. Untuk fungsinya sendiri batu serpih ini untuk bahan baku pembuatan semen, dan bahan dasar pembuatan gerabah.

  1. Batu Pasir

batu pasir
source: geologinesia.com

 

Ciri-ciri dari batu pasir ini tersusun atas lapisan butiran pasir,berwarna coklat, kuning, merah, abu-abu, dan juga putih.

Proses pembentukan batu ini dari butiran yang tersemen yang kemudian disebut dengan fragmen dari batuan asal atau fragmen dari kristal-kristal mineral.

Untuk manfaatnya sendiri batu pasir ini bermanfaat untuk bahan konstruksi, akuifer air tanah, material di dalam pembuatan gelas atau kaca.

3. Batu- Batuan Metamorf

batuan metamorf
source: ringkasanbukugeografi.blogspot.com

 

Batuan metamorf adalah sebuah batuan yang mengalami perubahan atau transformasi dari batuan yang sudah ada sebelumnya dan juga disamakan dengan adanya proses metamorfosa sehingga membentuk bentuk baru yang berbeda dengan jenis batuan sebelumnya.

Batuan metamorf terbagi menjadi 5 jenis, yaitu

  1. Metamorfosis kontak

Proses terbentuknya batuan metamorf kontak adanya suntikan dari magma yang mengenai batuan sekitarnya. Perubahan tersebut merupakan perubahan terbesar karena hampir semua batuan yang terkena suhu yang sangat tinggi akan melakukan proses metamorfosis.

  1. Metamorf Dampak

Batuan ini terbentuk ketika ada meteor atau komet yang jatuh ke bumi sehingga menyebabkan suatu ledakan. Tapi bisa juga terbentuk saat gempa bumi, letusan gunung yang sangat besar.

Adanya kejadian-kejadian tersebut mengakibatkan tekanan yang tinggi pada batu-batuan yang terkena dampak dari kejadian tersebut.

  1. Metamorf Hirdrotermal

Batuan ini terbentuk karena adanya perubahan suhu dan tekanan udara yang sangat drastis. Karena adanya cairan hidrotermal, contohnya dari batuan jenis ini adalah basaitic.

  1. Metamorf tindihan

Seperti namanya, batuan ini merupakan hasil dari batuan yang tertimbun dari kedalaman yang sangat dalam sehingga mencapai perubahan suhu yang sangat drastis.

  1. Metamorf Katalistik

Batuan jenis ini terjadi karena adanya proses mekanisme deformasi mekanis. Ketika ada dua lempengan yang saling bergesekan maka akan menghasilkan panas yang sangat tinggi.

Nah, bagian yang masih mengalami gesekan tersebut yang akan mengalami perpubahan struktur di dalamnya.

Baca Juga: Jenis Batu Permata Terlengkap

Contoh Batu-batuan Metamorf

1. Batu pualam/Marmer

batu marmer
source: geologinesia.com

 

Batu ini memiliki ciri-ciri mempunyai struktur batu yang kompak, mempunyai pita warna, keras dan mengkilap jika dipoles

Proses terbentuknya juga diakibatkan oleh proses metamorfosis batu kapur atau batu gamping. Dan manfaat batu ini adalah untuk hiasan rumah, bahan membuat nisan, bahan membuat pupuk, dan penetral pupuk.

2. Batu Sabak

batu sabak
source: id.wikipedia.org

 

Batu sabak memiliki ciri-ciri berwarna abu-abu, hitam, merah, dan mudah membelah menjadi lembaran tipis.

Untuk proses pembentukannya batu ini terbentuk dari proses metamorfosisme batuan sedimen shale atau mudstone (batu lempung) pada temperatur dan suhu yang rendah. Dan manfaat batu ini untuk kerajinan, batu tulis, dan bahan bangunan.

3. Batu Ganes.Gneiss

batu gneiss
source: rocks.comparenature.com

 

Ciri-ciri batu ini yaitu memiliki bands butiran feldspar, berwarna abu-abu, kuarsa dan feldspar nampak berselang seling dengan lapisan, berstruktur kasar, tipis kaya amphibole dan mika.

Proses terbentuknya batu ini terbentuk pada saat batuan sedimen atau batuan beku yang terpendam pada tempat yang dalam mengalami tekanan dan temperatur yang sangat tinggi.

Untuk manfaat batu Gneiss ini untuk batu pecah pada konstruksi jalan, pondasi bangunan, dan proyek-proyek landscap.

Nah, itulah penjelasan saya kali ini mengenai Jenis Batu-Batuan Beserta Contoh Dan Penjelasannya. Semoga apa yang artikel ini bermanfaat untuk anda dan juga bisa memberikan wawasan yang lebih luas lagi tentang jenis batu-batuan yang ada di bumi ini. Terimakasih.

Leave a Reply

Close Menu