Senjata Tradisional Jawa Barat

Senjata Tradisional Jawa Barat Lengkap Dengan Penjelasannya

Senjata Tradisional Jawa Barat – Senjata tradisional adalah salah satu yang sangat lekat dengan kehidupan manusia dan produk budaya suatu daerah.

Pada dahulu kala senjata tradisional di gunakan sebagai alat untuk melindungi diri, berkebun, serta berburu. Di Jawa Barat sendiri mempunyai beberapa senjata tradisional yang sangat unik dan mempunyai nilai filosofi yang sangat tinggi.

Sebelumnya saya telah membahas tentang senjata tradisional dari Jakarta.  Dan Kali ini saya akan membahas tentang Senjata Tradisional Di Jawa Barat.

Sejarah Senjata Tradisional Jawa Barat

Sejarah Senjata Tradisional Jawa Barat
sumber: romadecade.org

Sudah banyak di kehui bahwasannya bangsa Indonesia dan Jawa Barat pernah dijajah oleh bangsa Eropa sejak rubuan tahun yang lalu. Jawa Barat mempunyai banyak pendatang dari berbagai penjuru dunia contohnya Cina, Arab,India dan lain sebagainya.  Dan ini menyebabkan tercampurnya banyak budaya yang mempengaruhi Indonesia termasuk juga senjata tradisional yang ada di Jawa Barat.

Kebanyakan budaya luar yang memasuki wilayah Jawa Barat, masyarakat lokal untuk bisa mengadaptasi senjata luar menjadi senjata tradisional Jawa Barat. Contohnya dari material senjata, desain dan lain sebainnya.

Begitu juga Jawa Barat masih tergambar jelas dari filosofi senjata tradisional Jawa Barat. Pada saat ini keberadaan senjata tradisional hanya di gunakan untuk upacara adat atau sebagai cendra mata.

Nama Senjata Tradisional Jawa Barat

Nama Senjata Tradisional Jawa Barat
sumber: lenteramata.com

Pada dahulu kala semua kegiatan contohnya seperti berburu, berladang dan kegiatan ekonomi yang lainnya menggunakan senjata tradisional. Hal ini juga untuk memudahkan masyarakat Jawa Barat dalam menyelesaikan semua pekerjaan yang ada. Senjata Tradisional Jawa Barat mempunyai filosofi tersendiri . yaitu ulasannnya sebgai berikut :

1. Senjata Tradisional Kujang

Senjata Tradisional Kujang
sumber: pinterest.com

Kujang ini dibuat sekitar antara abad ke delapan atau abad ke sembilan. Senjata tradisional ini terbuat dari besi, baja atau bahan pamor. Panjangnya sekitar 20 sampai 25 cm .

Senjata ini biasanya suka di gunakan sebagai cindra mata, perlambang , hiasan dan alat pertanian lainnya. Kujang ini sebagai lambang kekuatan dan keberanian guna melindungi kebenaran hak. Kujang berasal dari kata kudih yang artinya manusia.

Kujang juga mempunyai nama tersendiri di setiap bagian yaitu papatuk atau congok yang berbentuk seperti panah pada ujung senjata. Eluk atau silih adalah nama dari lekukan di daerah punggung. Tadah atau lekukan yang menonjol pada bagian perut. Mata adalah lubang kecil yang ditutupi emas atau perak.

Kujang mempunyai karakteristik yang sangat unik, bentuknya sangat tipis dan bahannya kering, dan mengandung unsur logam mulia.

2. Senjata tradisional Bedog

Senjata tradisional Bedog
sumber: silontong.com

Senjata  ini sering di kenal sebagai golok, namun dalam bahasa sunda dari golok adalah bedog. Golok dari sunda ini sangatlah unik yaitu melengkung kearah mata senjata. Bedog ini biasa di gunakan sebagai alat pertahanan diri.

Di Jawa Barat khususnya Sunda kebutuhan dan kegunaan nya berbeda – beda. Dalam bentuknya juga berbeda beda. Contohnya adalah golok gagaplok yang mempunyai fungsi untuk membabati rumput. Golok pameuncitan mempunyai fungsi menyembelih hewan.

3. Senjata Tradisional Congkrang

Senjata Tradisional Congkrang
sumber: sejarah-negara.com

Senjata  ini juga bisa di gunakan sebagai masyarakat untuk berkebun. Bentuknya pun sama seperti hal nya cangkul. Senjata tradisional ini biasanya di gunakan oleh ibu rumah tangga untuk membersihkan rumput yang ada di halaman.

4. Senjata Tradisional Balincong

Senjata Tradisional Balincong
sumber: asyraafahmadi.com

Senjata Tradisional Jawa Barat ini bentuknya seperti hal nya jangkar yang terbalik dan mempunyai dua mata yang sangat tajam di sisi depan dan belakangnya. Panjang nya sekitar 52 cm sampai dengan 38 cm. Letak gagangnya pun ada di tengah, sehingga dua mata tersebut bisa di gunakan secara bergantian. Kegunaan balincong ini sangatlah beragam.

Diantaranya yaitu adalah untuk membajak sawah pada saat musim kemarau dan juga menggali lembah atupun tebing untuk membuat irigasi. Bahan untuk membuat senjata tradisional balincong ini adalah dari baja atau pun stainles karena bahan ini 100% baja dan stainles yang membuat senjata ini tidak bisa berkarat.

5. Senjata Tradisional Patik

Senjata Tradisional Patik
sumber: silontong.com

Senjata tradisional ini di gunakan sebagai menebang kayu atau pun babat alas. Patik ini biasanya lebih di kenal sebagai kapak. Senjata ini mempunyai kelebihan yaitu di buat dari besi baja yang sangat tebal pada bagian pangkalnya dan besar, sampai saat ini masyarakat yang ada di sunda masih menggunakan senjata ini untuk kegiatan berkebun.

6. Senjata Tradisional Arit

Senjata Tradisional Arit
sumber: budayajawa.id

Senjata Tradisional ini sering di pakai oleh kebanyakan masyarakat sampai saat ini. Arit ini berfungsi sebagai membabat rumput. Sebenarnya di wilayah Indonesia lainnnya juga terdapat senjata tradisional clurit seperti di Madura, Betawi dan lain sebaginnya.

7. Senjata Tradisional Sulimat

Senjata Tradisional Sulimat
sumber: www.romadecade.org

Senjata tradisional ini sudah jarang di temukan. Untuk senjata ini juga mempunyai bentuk runcing pada ujungnya dan di tancapkan pada tanah. Biasanya masyarakat juga menggunakan senjata ini untuk mengupas kelapa. Di karenakan zaman sudah modern keberadaannya juga sudah mulai tergeser dan bentuknya pun kurang indah jika di buat untuk pajangan.

Pada zaman penjajahan juga senjata ini sangatlah ampuh untuk melakukan perjuangan. Para petani dan perkebunan banyak memiliki senjata tradisional ini.

8. Senjata Tradisional Gacok

Senjata Tradisional Gacok
sumber: romadecade.org

Senjata tradisional ini bentuknya mirip seperti garpu. Menurut bahasa gacok sendiri mempunyai arti cangkul garpu. Senjata ini bisa di gunakan oleh para petani untuk mengumpulkan jerami, rumput kering, dan pekerjaan lainnya.

9. Senjata Tradisional Ketam

Senjata Tradisional Ketam
sumber: silontong.com

Senjata tradisional ini merupakan pisau kecil yang biasa di gunakan untuk memanen padi. Orang Jawa sendiri menyebut nya senjata tradisional ini dengan sebutan ani – ani. Senjata tradisional ini memakan banyak waktu untuk memanen padi

10. Senjata Tradisional Bajra dan Gada

Senjata Tradisional Bajra dan Gada
sumber: jalanbelajar.com

Senjata ini sudah sangat tidak lagi di gunakan karena sudah langka. Senjata ini dulu di gunakan untuk membela diri.

Cara Merawat Senjata Tradisional Jawa Barat

Cara Merawat Senjata Tradisional Jawa Barat
sumber: travel.detik.com

Seiring dengan perkembangannnya zaman, senjata tradisional juga beralih fungsi. Seperti kujang, pada zaman dulu senjata tradisional ini di Jawa Barat di gunakan sebagai alat pelindung diri.

Namun, sekarang senjata tradisional seperti kujang ini hanya sebagai cendra mata. Untuk itu butuh perawatan yang sangat khusus untuk melakukan perawatan.

Seperti halnya di daerah Jawa Barat pada umunya, mepunyai ritual khusus untuk merawat senjata tradisional. Terutama senjata tradisional Jawa Barat itu sangat bertuah. Maka, harus membutuhkan teknik untuk membersihkan dan menyimpan dengan tempat yang khusus.

Cara merawat senjata tradisional ini yang di sakralkan biasanya memiliki tempat khusus untuk mencucinya. Biasanya, orang juga mempunyai hobi untuk mengumpulkan senjata tradisional seperti menggunakan kotak tempat yang khusus untuk menyimpan dan mencucinya.

Bahkan ada juga adab tertentu yang membersihkannya dengan cara berpuasa terlebih dahulu atau pun berdo’a.

Cara-cara ini adalah warisan dari nenek moyang Hindu Budha terdahulu. Lalu di lanjutkan sampai saat ini untuk melestarikan budaya. Namun, semua itu bisa juga di lewati jika sudah melanggar kepercayaan. Untuk merawatnya hanya cukup membersihkan seperti biasa dan di simpan dengan baik tanpa ada ritual khusus.

Nah, itulah penjelasan lengkap kali ini mengenai senjata tradisional Jawa Barat. Semoga dengan adanya artikel ini bisa memberikan manfaat dan wawasan lebih luas lagi mengenai budaya Indonesia.

Leave a Comment